personal finance tips

Hindari pengeluaran keuangan inpulsif

Di era konektifitas internet yang semakin merata di hampir seluruh lapisan ekonomi dan dengan berbagai gadget mobile yang banyak tersedia dengan kita semakin dimanjakan dengan berbagai pilihan produk apa saja yang kita inginkan bisa kita dapatkan. dan ini berdampak pula pada perilaku/kebiasaan belanja kita di market place yg beragam ini bersambut dengan system pemasaran yang semakin canggih meneliti gerak-gerik kita setiap saat terus memonitor apapun yang kita search browsing dan update status apa-apa yang kita like di jejaring media sosial atau video yang kita tonton dan produk-produk yang kita stalking di flatform market place, semua riwayatnya akan digunakan untuk selalu merekomendasikan berbagai produk yang mungkin akan sangat sulit kita menolaknya sebab itulah ketertarikan sesunggunya.

Tentu saja kita tak bisa mengalah begitu saja dengan sistem marketin yang dibantu dengan kecerdasan buatan seolah senantiasa menyerang titik lemah kita, dan memanipulasi perilaku berbelanja yang tanpa kendali. bahkan bisa jadi kita secara sadar ingin merubah diri untuk lebih terkendali dalam pola perilaku belanja kita.. system marketing canggih di perangkat kita langsung mendeteksi, dan langsung merekomendasikan; “.. install aplikasi ini dengan aplikasi ini anda akan lebih terkendali bla.. bla..ble” 😀

kesadaran adalah kuncinya, jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan jujur:

  1. Apakah pasangan[untuk yang sudah punya pasangan] kamu mengeluh bahwa menghabiskan terlalu banyak uang?
  2. Apakah kamu terkejut setiap bulan ketika tagihan kartu kredit kamu tiba, berapa banyak yang telah kamu belanjakan lebih dari perhitungan sebelumnya?
  3. Apakah kamu memiliki lebih banyak sepatu dan pakaian di lemari daripada yang bisa kamu kenakan?
  4. Apakah kamu memiliki setiap perangkat baru apa saja yang baru dirilis dipasaran?
  5. Apakah kamu membeli barang-barang yang kamu tidak tahu kamu inginkan tetapi ketika barang yang ada dipajang kamu langsung membelinya di toko atau ol shop dari perangkat kamu?

Jika kamu menjawab “ya” untuk dua pertanyaan di atas, maka sadarilah kamu sedang punya masalah dan manjakan diri kamu dengan terapi belanja.

Ini bahaya, ini dalam batas tertentu mungkin akan mengganggu kamu dalam pengeluasan untuk hal-hal penting seperti rumah, mobil baru, liburan, atau pensiun. jujur kamu harus menetapkan sendiri beberapa program tujuan keuangan dan menolak untuk menghabiskan uang untuk hal-hal yang benar-benar tidak penting dalam jangka panjang, Cegahlah dengan kesadaran penuh dan ketika dorongan untuk berbelanja hadir hambatlah dengan beberapa pern tentang pentitanyaang tidak tindakan belanja yang henda kamu ambil, mungkin misalnya juga dengan memberikan pertanyaan; dalam sekala tingkat urgensi seberapa kepentingan belanja ini.

Pengeluaran yang impulsif tak hanya membebani keuangan kamu, tetapi juga pada hubungan kamu, pertimbangkan lah! disatu sisi gairah untuk berbelanja terpuaskan tetapi karena kebiasaan ini anda akan mengalami masalah dengan pasangan anda berkaitan urusan keuangan. Untuk mengatasi masalah tersebut, kamu harus terlebih dahulu belajar memisahkan kebutuhan kamu dari keinginan kamu.

Iklan yang ada di gadget kita yang terinstall terus memberikan notifikasi akan diskon dan promo yang tengah berlangsung, iklan produk mereka kepada kita sepanjang waktu. solusi sederhana nya adalah memberi diri kamu waktu untuk memikirkannya sebelum membeli sesuatu yang tidak kamu rencanakan.

Saat kamu pergi berbelanja, buatlah daftar dan bawa hanya uang tunai yang cukup untuk membayar pembelian yang kamu rencanakan. Tinggalkan kartu kredit kamu di rumah.

Ketika kamu melihat sesuatu yang menurut kamu benar-benar kamu butuhkan, beri diri kamu waktu beberapa hari untuk memutuskan apakah itu benar-benar sesuatuyang kamu butuhkan atau sesuatu yang dapat kamu lakukan dengan mudah tanpanya.

Jika kamu mengikuti solusi sederhana ini, kamu akan memperbaiki hubungan keuangan kamu, selamat mencoba!

Leave a Reply